Khimar adalah istilah yang makin sering terdengar di kalangan muslimah Indonesia, tapi tidak sedikit yang masih bingung membedakannya dengan hijab atau kerudung biasa. Lewat panduan ini, kami akan mengupas khimar secara menyeluruh—dari makna, fungsi, tata cara pemakaian, sampai hal-hal kecil yang sering terlewat saat memilihnya.
Kalau Anda pernah membuka marketplace dan menemukan kata “khimar” dijual dengan potongan model yang berbeda-beda, Anda tidak sendirian. Banyak penjual memakai istilah ini secara longgar. Padahal dalam literatur fikih, khimar punya pengertian yang cukup spesifik.
Apa Itu Khimar dalam Panduan Ini
Sebelum masuk lebih jauh, penting menjawab satu pertanyaan mendasar: apa itu hal ini? Secara bahasa, kata ini berasal dari akar kata khamara yang berarti menutupi. Dalam konteks pakaian, hal ini adalah kain penutup kepala dan leher yang dikenakan perempuan muslim sebagai bagian dari kewajiban menutup aurat.
Rujukan paling kuat soal ini ada di Surah An-Nur ayat 31, yang secara eksplisit memerintahkan perempuan beriman untuk menutupkan langkah ini ke bagian dada. Ayat inilah yang menjadi landasan mengapa langkah ini tidak berhenti di kepala, tetapi menjuntai menutupi area leher dan belahan dada.

Dalam praktik keseharian, makna hal ini lalu berkembang. Di pasar Indonesia, istilah ini merujuk pada kerudung panjang yang menutupi kepala hingga bawah dada, sering kali dengan model lingkar atau bergaya berg. Pemahaman ini sedikit bergeser dari definisi klasik, tetapi tetap berpegang pada fungsi utamanya sebagai penutup.
Menariknya, arti langkah ini dalam tradisi fikih tidak menyebut bentuk atau warna tertentu..Arti langkah ini adalah bagian yang menentukan hasil akhir. Yang ditekankan adalah cakupan penutupan dan sifat kain yang tidak transparan. Detail model, aksen, dan bahan sepenuhnya diserahkan pada kebiasaan setempat.

Perbedaan Khimar, Hijab, dan Kerudung yang Sering Dikeliru
Banyak orang memakai tiga istilah ini bergantian seolah maknanya sama. Padahal cakupannya berbeda, dan memahami bedanya membantu Anda memilih dengan lebih sadar. Mari kita bedah satu per satu.
Hijab secara bahasa berarti penghalang atau tabir. Dalam pemakaian luas, hijab mencakup seluruh konsep menutup aurat—bisa berupa busana, kain penutup, atau bahkan tirai pemisah dalam konteks rumah tangga. Jadi lingkupnya jauh lebih besar dari sekadar kain kepala.
Kerudung adalah istilah serapan dari bahasa Jawa yang mengacu pada kain penutup kepala. Ukurannya cenderung lebih pendek, hanya menutup rambut hingga leher bagian atas. Banyak kerudung instan di pasaran masuk kategori ini.
Sedangkan langkah ini berada di antara keduanya. Ia lebih spesifik dari hijab, tetapi lebih panjang cakupannya dibanding kerudung biasa. Ukuran minimalnya harus bisa menutup kepala, leher, dan menjuntai ke area dada.

| Istilah | Cakupan Penutupan | Konotasi Umum |
|---|---|---|
| Hijab | Konsep menyeluruh menutup aurat | Paling luas, mencakup busana dan penutup |
| Khimar | Kepala, leher, hingga dada | Fokus pada kain penutup kepala dan leher |
| Kerudung | Kepala hingga leher atas | Praktis, sering dipakai untuk aktivitas harian |
Dasar dan Dalil tentang Khimar dalam Islam
Diskusi seputar hal ini tidak bisa dilepaskan dari landasan syariatnya. Tanpa memahami dalil, pilihan model bisa jadi sekadar mengikuti tren tanpa makna. Karena itu, bagian ini perlu dibahas dengan kepala dingin.
Ayat kunci yang sudah disinggung sebelumnya memakai kata khumur, bentuk jamak dari langkah ini. Perintahnya tegas: kain penutup kepala itu harus diulurkan sampai menutupi bagian dada. Sejumlah mufasir menafsirkan bahwa sebelum turunnya ayat, perempuan Arab mengenakan penutup kepala, tetapi bagian leher dan dada masih terbuka. Ayat ini kemudian menutup celah tersebut.
Dari sisi hadis, terdapat riwayat tentang perempuan yang hendak berhaji dan tidak diperbolehkan memakai penutup wajah, tetapi tetap menutup kepala. Detail ini menunjukkan bahwa posisi hal ini kepala merupakan hal yang diterima dalam praktik ibadah tertentu.
Yang perlu digarisbawahi: para ulama tidak menetapkan satu model tunggal. Yang menjadi patokan adalah tercapainya fungsi menutup aurat dengan benar, bukan bentuk jahitan atau gaya pengikatannya.

Bagian Tubuh yang Wajib Tertutup oleh Khimar
Pertanyaan yang paling sering muncul dari pemula biasanya soal cakupan. Apakah cukup sampai leher? Bagaimana dengan tulang selangka yang kadang terlihat? Ini penting dijawab agar tata cara pemakaian tidak keliru.
Minimal, kain harus menutup rambut, telinga, leher, dan area dada bagian atas. Beberapa ulama menyebut batas minimalnya adalah sampai bagian yang dianggap menutup seluruh kepala dan menjuntai menutupi leher. Yang jelas, memakai kain tipis yang masih memperlihatkan bentuk rambut atau warna kulit tidak memenuhi syarat yang ditetapkan.
Selain kepala dan leher, aurat perempuan dalam konteks ini mencakup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Artinya, hal ini memang bukan satu-satunya pakaian penutup aurat—ia bekerja bersama gamis, abaya, atau busana panjang lain yang menutupi bagian tubuh lainnya.
Khimar Tata Cara Pemakaian yang Rapi dan Sesuai Syariat
Bicara soal langkah ini tata cara memakainya ternyata bukan sekadar teknis melilit kain. Ada urutan yang menjaga kenyamanan sekaligus memastikan cakupan penutupan tetap benar sepanjang hari. Berikut langkah yang biasa dipraktikkan.
- Persiapan rambut dan pelipis. Sisir rambut ke belakang, pastikan tidak ada bagian yang mengembang keluar dari kain. Bagi Anda yang berambut tebal, ikat atau jepit bagian belakang agar hasilnya lebih rapi dan tidak menggunung.
- Pasang ciput atau inner terlebih dahulu. Gunakan inner yang menutup dahi, telinga, dan leher bagian belakang. Pilih bahan katun yang menyerap keringat; ini salah satu detail kecil yang sangat berpengaruh pada kenyamanan beraktivitas sehari penuh.
- Letakkan khimar dengan posisi seimbang. Bagian depan sejajar dahi, bagian belakang menutupi leher hingga bawah. Pastikan sisi kiri dan kanan tidak meleset.
- Tarik dan sematkan di bawah dagu. Gunakan peniti atau jarum pentul berkarat baik. Tidak perlu terlalu kencang—kalau menekan terlalu kuat, bagian bawah rahang bisa terasa tidak nyaman setelah beberapa jam.
- Atur jatuhan kain di depan dada. Pastikan panjang depan cukup menutupi belahan dada. Panjang ideal biasanya sekitar 25–30 cm diukur dari dagu ke bawah.
- Semati bagian samping agar tidak bergeser. Ini penting saat berkendara atau memakai helm. Peniti di area samping kiri dan kanan menjaga khimar tetap di tempatnya sepanjang perjalanan.
Saya sendiri pernah mengalami satu kesalahan klasik: mengikat terlalu tinggi di bawah dagu hingga membuat kepala terasa tertarik. Setelah beberapa jam, leher jadi pegal. Belajar dari itu, saya sekarang memilih jarum pentul dengan ujung tajam dan bahan yang ringan agar tidak memberatkan leher.

Memilih Bahan Khimar untuk Cuaca Tropis Indonesia
Suhu dan kelembapan di Indonesia menjadi faktor penting yang sering luput dibahas dalam panduan langkah ini. Bahan yang salah bisa membuat pemakaian jadi menyiksa, terutama jika Anda beraktivitas di luar ruangan.
Untuk iklim panas dan lembap, bahan yang bersirkulasi baik adalah prioritas. Katun voal, rayon, dan crepe premium umumnya paling nyaman karena ringan dan menyerap keringat. Hindari bahan polyester murni dalam waktu lama karena cenderung membuat kepala terasa gerah dan berbau.

Kalau Anda mencari langkah ini untuk acara formal, sifon atau satin bisa jadi pilihan, tetapi pakailah inner yang menyerap keringat agar tidak terasa pengap. Selalu cek dengan sentuhan—jika bahan terasa licin sekali dan tipis, kemungkinan besar kurang nyaman untuk pemakaian panjang.
Model Khimar yang Paling Banyak Dicari di Pasaran
Pilihan model terus berkembang mengikuti selera pasar. Namun, kalau dibedah, ada beberapa tipe yang paling sering muncul dan paling berterima di banyak kalangan.

- Khimar bergo atau berg. Model paling populer di Indonesia karena praktis dikenakan tanpa banyak peniti. Cocok untuk pemakaian harian dan aktivitas kerja.
- Khimar syari. Potongannya lebar dan panjang, menjuntai menutupi dada hingga perut. Banyak dipilih untuk busana acara dan bagi yang mengutamakan cakupan luas.
- Khimar lingkar. Berbentuk seperti setengah lingkaran yang dijahit, tidak perlu dikenakan dengan cara dilipat. Praktis untuk pemakaian cepat.
- Khimar instan. Membawa ciput menyatu dengan kain utama. Cocok untuk pemakaian di pagi hari yang padat.
Kalau harus memilih, saya sendiri cenderung memakai langkah ini bergo untuk kegiatan harian karena tidak repot, dan beralih ke langkah ini syari saat ada acara formal. Pilihan ini sepenuhnya soal kenyamanan pribadi yang sudah teruji di lapangan.
Ukuran Ideal Khimar dan Cara Mengukur yang Tepat
Salah satu sumber kekecewaan saat belanja online adalah ukuran yang tidak sesuai ekspektasi. Karena itu, memahami cara mengukur sendiri menjadi keterampilan yang perlu dikuasai sebelum memesan.

Ukur dari bagian ujung kain depan (yang menutupi dagu) ke bawah hingga panjang yang Anda inginkan. Untuk langkah ini standar, panjang depan biasanya 25 cm sampai 30 cm dari dagu. Untuk model syari, ukuran bisa mencapai 45 cm atau lebih. Bagian belakang umumnya lebih panjang, sekitar 45 cm hingga 90 cm untuk model syari.
| Jenis Khimar | Panjang Depan (dari Dagu) | Panjang Belakang |
|---|---|---|
| Bergo / Berg | 20–25 cm | 30–40 cm |
| Khimar Standar | 25–30 cm | 45–60 cm |
| Khimar Syari | 40–50 cm | 60–90 cm |
Perhatikan juga ukuran lingkar wajah. hal ini dengan lingkar terlalu sempit akan terasa menekan dahi, sedangkan yang terlalu lebar cenderung bergeser. Jika ini pembelian pertama Anda, ada baiknya cek tabel ukuran penjual sebelum memutuskan.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Memakai Khimar
Dari pengamatan sehari-hari, beberapa kesalahan terus terulang. Bukan untuk menghakimi, tapi agar Anda bisa menghindarinya. Berikut daftar yang paling sering muncul.
- Memakai bahan tipis dan transparan. Ini poin paling krusial. Kain yang masih memperlihatkan warna kulit atau bentuk rambut tidak memenuhi fungsi penutup aurat.
- Panjang depan terlalu pendek. Beberapa potongan hanya sampai leher, sehingga area dada terbuka kembali.
- Inner tidak menutup dengan baik. Rambut di area pelipis atau belakang telinga yang keluar sedikit membuat hasil terlihat kurang rapi.
- Peniti terlalu banyak. Selain berisiko melukai kulit, penggunaan peniti berlebihan membuat khimar kaku dan tidak nyaman saat bergerak.
- Kain terlalu ketat di area wajah. Ini membuat sirkulasi udara terganggu dan wajah cepat lembap.
Merawat Khimar agar Awet dan Tetap Nyaman Dipakai
Hal ini yang dirawat benar akan jauh lebih awet dan tetap nyaman dipakai bertahun-tahun. Sayangnya, perawatan sering diabaikan. Padahal, sebagian besar kerusakan kain berasal dari kebiasaan mencuci yang keliru.

Cuci dengan tangan atau mesin dengan putaran lembut. Hindari mengucek terlalu keras pada area jahitan, karena benang bisa cepat longgar. Untuk bahan yang berpotensi luntur, cuci terpisah pada beberapa kali pertama pemakaian.
Saat menjemur, hindari paparan matahari langsung dalam waktu lama karena bisa membuat warna cepat pudar. Jemur di tempat berangin dengan posisi terbalik agar bagian dalam lebih cepat kering. Untuk bahan crepe atau sifon, setrika dengan suhu sedang dan lapisi kain tipis agar tidak licin.

Khimar untuk Aktivitas Sehari-hari, Kerja, dan Acara Formal
Pilihan langkah ini sebaiknya disesuaikan dengan konteks pemakaian. Satu model belum tentu pas untuk semua situasi. Ini catatan dari pengalaman memakai berbagai jenis untuk keperluan berbeda.
Untuk aktivitas harian seperti belanja atau mengantar anak sekolah, hal ini bergo atau instan paling praktis. Cukup dipakai dalam hitungan detik, tidak perlu banyak peniti. Untuk bekerja di kantor, pilih hal ini dengan bahan yang jatuh rapi dan warna netral agar terlihat profesional.

Acara formal seperti pernikahan atau acara keluarga besar biasanya membutuhkan langkah ini syari dengan detail bordir atau payet. Kuncinya: tetap pastikan cakupan menutup dengan benar meski tampilannya lebih dekoratif. Jangan sampai tuntutan gaya mengalahkan fungsi utamanya.
Tips Membeli Khimar Online tanpa Kecewa
Belanja online memberi banyak pilihan, tetapi juga risiko barang tidak sesuai. Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar hasilnya sesuai harapan.

- Baca ulasan pembeli, bukan hanya deskripsi. Cari komentar yang menyebut bahan secara spesifik, misalnya “bahannya tipis” atau “ukurannya pas”.
- Perhatikan foto dengan pencahayaan alami. Foto studio dengan pencahayaan berlebih sering membuat warna terlihat lebih terang dari aslinya.
- Cek tabel ukuran penjual. Jangan hanya mengandalkan patokan pribadi, terutama untuk model syari yang panjangnya bervariasi.
- Tanyakan ketebalan bahan. Jika perlu, minta video singkat yang menunjukkan kain ditembus cahaya untuk memastikan tidak transparan.
- Beli dari penjual dengan ulasan konsisten. Ulasan berulang yang menyebut kualitas jahitan biasanya lebih meyakinkan daripada satu ulasan pujian.
Pandangan Fikih tentang Model dan Warna Khimar
Banyak yang bertanya apakah warna tertentu dilarang dalam memakai langkah ini. Jawaban singkatnya: tidak ada larangan warna secara umum. Yang ditekankan adalah tidak menyerupai pakaian khusus kelompok tertentu atau menarik perhatian berlebihan dengan maksud pamer.
Ulama klasik membahas soal ini dalam konteks adat setempat. Di Indonesia, warna netral seperti hitam, putih, abu, dan navy paling umum dan berterima di berbagai situasi. Namun, pemakaian warna cerah bukan sesuatu yang terlarang selama tidak melanggar syarat penutupan aurat.

Soal model, fikih tidak menetapkan bentuk jahitan. Yang dinilai adalah tercapainya fungsi penutupan dengan bahan yang tidak transparan serta tidak menampakkan lekuk tubuh secara berlebihan. Ini memberi ruang kreativitas yang cukup luas bagi perancang busana muslimah.
Harga Khimar dan Faktor yang Mempengaruhinya
Kisaran harga hal ini di pasaran cukup lebar. Daripada menyebut nominal yang bisa berubah-ubah, lebih baik memahami faktor yang mempengaruhinya agar Anda bisa menilai kewajaran harga dengan tepat.
Bahan menjadi faktor utama. Kain yang lebih tebal dan bercorak biasanya lebih mahal dibanding bahan polos standar. Detail jahitan seperti bordir, payet, dan lapisan inner juga menambah biaya produksi. Selain itu, brand dan saluran distribusi—langsung dari produsen atau melalui reseller—turut menentukan harga akhir.
Untuk pembelian dalam jumlah tertentu, memesan langsung ke produsen umumnya menawarkan harga kompetitif langsung dari produsen. Ini pilihan masuk akal bagi Anda yang membeli untuk kebutuhan keluarga besar atau komunitas.
Khimar dalam Konteks Busana Muslimah di Indonesia
Perkembangan langkah ini di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari dinamika mode busana muslimah. Dalam dua dekade terakhir, langkah ini yang semula identik dengan gaya konservatif kini tampil dalam beragam varian yang modern.
Desainer lokal kini mengolah potongan hal ini dengan pendekatan kontemporer—menambah detail draperi, memadukan bahan, dan menawarkan palet warna yang lebih variatif. Perubahan ini membuat hal ini lebih mudah diterima di lingkungan kerja dan acara formal tanpa kehilangan esensi syariatnya.
Kecenderungan ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran berbusana syar’i di kalangan generasi muda. Mereka mencari pakaian yang menutup aurat sekaligus mencerminkan identitas pribadi—sesuatu yang tidak saling bertentangan.
Khimar sebagai Bagian dari Klaster Busana Syar’i
Memahami hal ini secara utuh berarti juga melihatnya sebagai bagian dari topik yang lebih besar: busana syar’i. hal ini bukan entitas tunggal, melainkan salah satu komponen yang bekerja bersama komponen lain.
Topik induknya adalah konsep menutup aurat dalam Islam, sementara sub-topik turunannya mencakup gamis, abaya, mukena, dan aksesori pendukung seperti ciput dan handsock. Memahami hubungan antarkomponen ini membantu Anda menyusun busana yang utuh, bukan sekadar membeli potongan-potongan terpisah.
Jika Anda ingin memperdalam, topik lanjutan yang relevan mencakup panduan memilih gamis yang sesuai tinggi badan, cara memadukan warna busana muslimah, dan perawatan bahan kain syar’i. Semua ini saling terkait dalam membangun pemahaman busana yang menyeluruh.
Pertanyaan Umum Seputar Khimar
Berikut pembahasan mendalam dan aspek penting seputar bagian ini:
Apakah Khimar Wajib Dipakai oleh Setiap Muslimah?
Ya, dalam ajaran Islam, menutup aurat termasuk memakai langkah ini merupakan kewajiban bagi perempuan yang sudah balig. Rujukannya adalah perintah dalam Surah An-Nur ayat 31 yang secara eksplisit menyebut hal ini.
Namun, cara menjalankannya tentu bertahap dan bergantung pada kesiapan masing-masing. Yang terpenting adalah pemahaman bahwa aturan ini bertujuan melindungi, bukan membatasi ruang gerak perempuan.
Apa Beda Khimar dengan Hijab Secara Spesifik?
Hijab mencakup konsep yang lebih luas, mencakup seluruh cara menutup aurat termasuk busana dan aksesori. Sedangkan langkah ini merujuk secara spesifik pada kain penutup kepala dan leher yang menjuntai menutupi dada.
Bolehkah Memakai Khimar dengan Warna Cerah?
Boleh. Fikih tidak membatasi warna tertentu selama tidak dimaksudkan untuk pamer berlebihan. Di Indonesia, warna cerah seperti kuning muda, biru pastel, dan merah muda banyak dipakai untuk aktivitas sehari-hari dan acara santai.
Berapa Panjang Minimal Khimar yang Dianjurkan?
Ukuran umumnya mengikuti cakupan penutupan, yaitu menutupi kepala, leher, dan dada bagian atas. Untuk model standar, panjang depan sekitar 25 cm dari dagu sudah cukup. Model syari bisa jauh lebih panjang.
Apakah Harus Memakai Inner atau Ciput di Bawah Khimar?
Sangat dianjurkan. Inner membantu menjaga rambut tetap tertutup rapat, menghindari bagian yang terbuka, sekaligus menyerap keringat agar kepala tidak lembap selama pemakaian panjang. Pilih bahan katun yang ringan dan tidak licin.
Bagaimana Cara Menjaga Khimar Tetap Rapi Saat Berkendara?
Gunakan peniti di bagian samping kiri dan kanan agar kain tidak bergeser saat terkena angin. Untuk pengendara motor, pilih langkah ini dengan bahan yang tidak terlalu licin dan inner yang menutup rapat, sehingga tidak perlu sering membenahi di tengah perjalanan.
Catatan Praktis sebelum Memilih Khimar
Setelah membahas panjang lebar, ada beberapa poin ringkas yang bisa Anda jadikan pegangan. Pertama, utamakan cakupan penutupan yang benar sebelum memikirkan model. Bahan yang tidak transparan dan panjang yang cukup adalah syarat dasar yang tidak bisa ditawar.
Kedua, sesuaikan dengan aktivitas. langkah ini untuk kerja tentu berbeda kebutuhan kenyamanannya dengan hal ini untuk acara formal. Ketiga, perhatikan detail kecil seperti inner dan peniti; dua hal sederhana ini kerap menentukan apakah pemakaian sehari penuh terasa nyaman atau menyiksa.
Jika Anda baru mulai mengenakan hal ini, mulailah dari model yang paling praktis dan nyaman. Bertahap lebih baik daripada memaksakan model rumit yang akhirnya jarang dipakai. Seiring waktu, Anda akan menemukan gaya yang paling cocok tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Langkah Lanjutan Setelah Memahami Dasar Khimar
Panduan ini menyentuh banyak sisi—dari definisi, tatacara, hingga pertimbangan membeli. Namun, pemahaman yang utuh biasanya tumbuh dari praktik, bukan hanya bacaan. Setelah membaca, langkah paling masuk akal adalah mulai mencoba model yang dirasa paling sesuai dengan keseharian Anda.
Manfaatkan kesempatan untuk mencoba beberapa bahan sebelum membeli dalam jumlah banyak. Sentuhan pada kain dan kenyamanan saat dipakai sering memberi jawaban yang tidak bisa diperoleh dari deskripsi produk. Ini adalah pengalaman yang akan lebih mengasah selera Anda dibanding daftar spesifikasi apa pun.
Bagi yang tertarik memperluas wawasan, langkah ini adalah pintu masuk alami untuk memahami konsep busana syar’i secara menyeluruh. Dari sini, Anda bisa menelusuri pembahasan gamis, abaya, hingga panduan menyusun lemari pakaian muslimah yang bijak.
Akhirnya, keputusan memakai langkah ini sebaiknya dilandasi pemahaman, bukan sekadar tren. Ketika Anda mengenali makna, fungsi, dan tata caranya dengan jelas, pemilihan model dan bahan menjadi lebih mudah. Semoga panduan seputar topik ini ini membantu Anda mengambil langkah dengan lebih yakin.
Untuk informasi rujukan lebih komprehensif, Anda juga dapat membaca referensi standar terpercaya seputar topik ini.
Simak juga kumpulan artikel dan tips lainnya di arsip artikel terkait kami.